Melalui pena dapat ku tuangkan isi hati, melalui pena aku berharap memahami cinta sejati, melalui pena aku mengerti..bahwa yang tertulis akan lebih abadi, daripada ucapan yang terhembus angin tiada henti...
Saturday, 31 August 2019
Seperempat Abad
Hari ini, tepat 1/4 abad, 1/4 abad yang katanya akan banyak pertanyaan dalam hidup. Dan saya masih punya segudang pertanyaan untuk saya temukan sendiri apa jawabannya. Bersyukur atas nikmat nafas dan hidup yang masih diberikan hingga hari ini.
Kepada diri ini yang sedang menjalani impian : "Terimakasih untuk terus berusaha tangguh meski tak jarang meragukan berharga atau tidaknya diri dan peran ini, ingat-ingatlah kamu pernah menuliskan banyak impian yang belum kamu capai."
Bagi saya terus memerdulikan apa kata orang tidak akan bisa menjawab apakah jalan yang saya tempuh ini sudah baik dan sesuai track. Saya yang menjalani, saya yang berniat, dan saya sendiri yang menentukan akan menempuh hidup ini dengan hati yang lapang atau terus membandingkan.
Teruntuk orang yang bertanya kapan menikah?
Terimakasih atas perhatiannya kepada saya, doakan semoga Yang Maha Sutradara kehidupan ini memudahkan. Terlepas dari hal itu ketahuilah saya meyakini bahwa membangun imperium rumah tangga tidak segampang dan tidak seindah yang diframingkan oleh para influenzer instagram yang nikah muda itu. Menguploud foto-foto mesra, punya rumah mewah, punya kendaraan megah, atau hal-hal wah lainnya. Tidak seperti itu, masih harus banyak yang perlu disiapkan misalnya ilmu saya, mental saya, emosional saya, dan manajemen finansial saya.
Status tulang punggung keluarga seperti saat inilah menjadi wadah saya belajar mempersiapkan dengan senantiasa kuat dan tangguh.
Saya meyakini bahwa Yang Maha Sutradara telah menjamin rezeki, jodoh, dan masa depan saya. Sehingga apabila suatu saat saya diberikan kesempatan menjadi penyempurna agama orang lain maka tiba pada saat walimatul ursy nantinya saya akan dengan senang hati membagikan kabar kebahagiaan tersebut. Jadi tenang saja yaaa 😉
31 Agustus 2019
Saturday, 21 July 2018
PRODUKTIF ATAU TIDAK WAKTU LUANG KITA?
Pernah tidak saat ada waktu luang seperti misalnya saat libur kerja berfikir bahwa waktu luang tersebut tidaklah produktif. Jika pernah, aku juga sedang merasakan hal seperti itu, kayak useless gitu, sedang yang lain sudah high perform. Waktu masih kuliah masih banyak hal yang bisa dilakuin untuk melakukan banyak kegiatan dan diskusi dengan teman. Namun dunia pekerjaan yang jauh berbeda dengan perkuliahan membuat seakan ketika ada waktu luang adalah peluang untuk beristirahat dari hiruk pikuk pekerjaan. Terkadang rasa minder itu juga muncul ketika melihat teman kuliah sudah melakukan banyak hal dalam menjadi manusia pembelajar. Muncul juga rasa minder karena yang lain ilmunya sudah bertambah sedang diri kayak ketinggalan jauh gitu. Hahhaaha mikir banget nih sekarang kayak sudah tidak bisa kontribusi lagi sama lingkungan di luar pekerjaan. Tapi berdamai dengan diri sendiri dengan cara mensyukuri yang sudah kita dapat akan lebih baik daripada mikirin kok yang lain sudah begini kok yang lain sudah begitu, pikiran yang tidak akan pernah selesai kalau kayak gini, hahaha. Yakin aja tidak semua orang juga bisa di fase diri kita yang kemarin ataupun yang sekarang yang kita anggap tidak produktif ini, do ur best whatever you do right now (big or not a big job). Cukup lihat orang lain sesekali, minder boleh dikit aja, hehehe tapi harus balik lagi ke diri sendiri. Fokus dan intropeksi diri jangan-jangan waktu luang sekarang emang dibuat untuk kita paham dengan diri sendiri, kalau ternyata banyak yang harus ditata dan akhirnya milih mau konsisten dimana.
Subscribe to:
Posts (Atom)

